Pojok Layanan

Cara Membuat QRIS untuk UMKM dan Warung Kecil

×

Cara Membuat QRIS untuk UMKM dan Warung Kecil

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi – Transaksi pembayaran digital menggunakan QRIS di usaha kecil dan UMKM yang mulai beradaptasi dengan sistem pembayaran non tunai. (ChatGPT/DomainPublik.id)

DomainPublik.id | Dulu tulisan “bisa transfer” sudah cukup membuat pembeli senang. Sekarang beda lagi. Banyak orang datang ke warung tanpa uang tunai, lalu bertanya: “Bisa QRIS?”

Kalau jawabannya belum bisa, kadang pembeli langsung pergi.

Pelan-pelan, QRIS bukan lagi sekadar fasilitas tambahan. Bagi banyak usaha kecil, QRIS mulai menjadi kebutuhan agar jualan tidak tertinggal zaman.

Masalahnya, masih banyak pelaku UMKM yang mengira membuat QRIS itu ribet, mahal, atau hanya untuk toko besar.

Padahal kenyataannya tidak begitu.

Apa Itu QRIS?

QRIS adalah singkatan dari Quick Response Code Indonesian Standard, yaitu standar pembayaran digital menggunakan kode QR yang dibuat oleh Bank Indonesia.

Dengan QRIS, pembeli bisa membayar menggunakan berbagai aplikasi:

  • mobile banking,
  • dompet digital,
  • hingga aplikasi pembayaran lainnya.

Jadi penjual tidak perlu punya banyak barcode berbeda.

Cukup satu QRIS untuk semua pembayaran.

Kenapa QRIS Penting untuk Usaha Kecil?

Banyak warung dan UMKM sekarang mulai memakai QRIS karena kebiasaan masyarakat juga berubah.

Orang semakin sering:

  • membawa HP daripada dompet,
  • memakai e-wallet,
  • dan memilih transaksi non tunai.
BACA JUGA:  Cara Ambil Bansos 2026 di Kantor Pos dan Bank: Bisa Di Mana Saja? Ini Syarat dan Prosedurnya

Kalau usaha tidak mengikuti perubahan ini, pembeli bisa pindah ke tempat lain yang lebih praktis.

Selain itu, QRIS juga punya beberapa keuntungan:

1. Transaksi Lebih Praktis

Penjual tidak perlu repot mencari uang kembalian.

2. Mengurangi Risiko Uang Palsu

Karena pembayaran langsung masuk secara digital.

3. Terlihat Lebih Modern dan Profesional

Meski hanya warung kecil atau usaha rumahan, penggunaan QRIS bisa meningkatkan kepercayaan pembeli.

4. Memudahkan Pencatatan Keuangan

Riwayat transaksi biasanya otomatis tercatat di aplikasi.

Cara Membuat QRIS untuk UMKM

Saat ini membuat QRIS jauh lebih mudah dibanding beberapa tahun lalu. Pelaku usaha bisa mendaftar melalui:

  • bank,
  • aplikasi dompet digital,
  • atau penyedia jasa pembayaran resmi.

Berikut langkah umumnya:

1. Siapkan Dokumen Dasar

Biasanya yang diminta:

  • KTP,
  • nomor HP,
  • alamat usaha,
  • dan kadang NIB atau informasi usaha.

2. Pilih Penyedia QRIS

Bisa melalui:

  • bank,
  • aplikasi pembayaran,
  • atau layanan fintech resmi.

Pastikan penyedia tersebut terdaftar di Bank Indonesia.

3. Isi Formulir Pendaftaran

Sekarang banyak proses yang sudah bisa dilakukan secara online melalui aplikasi.

BACA JUGA:  Jangan Kasih Celah! Cara Lapor Pungli di Layanan Publik 2026: Berani Lapor, Lindungi Hak Anda

4. Tunggu Proses Verifikasi

Biasanya tidak memakan waktu terlalu lama.

5. QRIS Siap Digunakan

Setelah disetujui, penjual akan mendapatkan barcode QRIS yang bisa dicetak lalu dipasang di warung atau tempat usaha.

Apakah Membuat QRIS Berbayar?

Banyak layanan menyediakan pendaftaran QRIS secara gratis.

Namun biasanya ada biaya potongan transaksi atau MDR (Merchant Discount Rate) dengan persentase tertentu sesuai aturan yang berlaku.

Meski begitu, bagi banyak pelaku usaha kecil, biaya tersebut dianggap sebanding dengan kemudahan transaksi yang didapat.

UMKM Kecil Juga Perlu Adaptasi

Dulu digitalisasi sering dianggap hanya untuk toko besar di kota. Tapi sekarang tidak lagi. Warung kecil, penjual gorengan, pedagang ikan, sampai penjual kopi pinggir jalan mulai memakai QRIS agar pembeli lebih mudah bertransaksi.

Usaha yang bisa bertahan bukan selalu yang paling besar, tetapi yang cepat beradaptasi.

Pilihan Editor: Apa Itu PIRT? Izin yang Sering Diabaikan Pelaku UMKM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *